Selasa, 26 Februari 2013

Pilih mana : Terpuruk.. atau Bangkitt !! :)

Dalam hidup kita berbagai peristiwa bisa terjadi..
Peristiwa itu  bisa jadi sesuatu yang menyenangkan, menggembirakan,
mengharukan.. pokoknya semua yang baik-baik ada-nya..
tentu ini tidak perlu di pikirkan dan di pertanyakan :)
Rata-rata kalo kita alami peristiwa yang menyenangkan dan
baik-baik saja, ya kita senang-senang saja ndak akan mempertanyakan
kesenangan yang kita alami :D

Yang jadi masalah adalah :
 Bagaimana kalo kita mengalami peristiwa yang menyakitkan hati,
tidak menyenangkan, mengecewakan, dan seterus-nya..
*pokoknya segala peristiwa yang tidak enak dalam hidup kita..*

Reaksi yang umum kalo kita mengalami peristiwa
yang tidak enak adalah :
mulai timbul berbagai perasaan dan pikiran negatif..
lalu daya tahan jiwa kita pun menurun..
lalu kita menjadi semakin “sensi” (sensitif) ..
makin emosional .. mudah marah-marah ..
gampang pusing kepala ..
akhirnya bahkan pada taraf tertentu
bisa jadi gampang flu dan pilek ..
juga bisa terkena sakit maag akut ..
yang paling parah, bisa juga menimbulkan kanker ..
*waduh gawat juga yaa*

*menurut penelitian ilmiah, emosi negatif
bisa menurunkan imunitas/daya tahan tubuh”

Padahal, kita bisa pilih, lohh..
Kita bisa pilih untuk tidak mau terpuruk dalam
berbagai reaksi yang menurut pandangan umum
adalah “wajar” .. heheee ..

Kata-nya, wajar kita sakit hati kalo di sakiti ..
wajar kita kecewa kalo di kecewakan ..
Ya, menurut kacamata “manusiawi” ..
adalah wajar, kalo seseorang di sakiti hati-nya,
maka ya akan menjadi sakit hati :)

Juga adalah “wajar” menurut kacamata “manusiawi”,
bahwa seseorang akan menjadi sangat kecewa dan
merasa menderita, kalo diri-nya itu di “kecewakan” ..
di “aniaya” .. di “tindas” .. di “jahat-i”
oleh suatu kondisi atau oleh seseorang yang “jahat”

Nah, bagaimana cara-nya supaya kita tidak terpuruk?

Cara-nya : Ya jangan pake kacamata “manusiawi” dong :D

Lalu, pake kacamata apa?
Paling manjur adalah pake kacamata “surgawi” hehee..
Ini betulan lohh.. bukan becanda :D
Alih-alih terpuruk.. kita bisa bangkitt
dengan kacamata “surgawi” ini :)

Apa itu kacamata surgawi ??
Kacamata surgawi adalah cara memandang
segala sesuatu dengan sudut pandang-NYA Tuhan :)

Apa itu sudut pandang Tuhan?
Sudut pandang Tuhan adalah
sebuah sudut yang memandang dengan KASIH :)

Kasihilah Tuhan, Allahmu,
dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu
dan dengan segenap akal budimu.
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu,
ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Kalo kita mengasihi Tuhan, kita tentu sadar
bahwa Tuhan begitu mengasihi kita :)
Maka kita pasti tau bahwa, apapun yang terjadi,
kita bisa mempercayakan hidup kita,
seluruh keberadaan kita kepada perencanaan Tuhan
yang terbaik atas hidup kita :)

Mungkin kelihatan-nya apa yang kita alami itu tidak enak,
tapi segala sesuatu terjadi dalam hidup kita pasti-lah
akan mendatangkan kebaikan,
kalo kita letakkan kepercayaan kita 100 %
kepada kebaikan Tuhan atas hidup kita :)

Yang berikutnya, kalo kita mengasihi sesama kita
seperti diri kita sendiri..
sudah tentu kita tidak akan bisa terlalu marah..
atau terlalu menyalahkan orang lain,
atas apa yang mereka perbuat terhadap hidup kita :)

Sebab, tentu kita tau, tidak ada manusia sempurna,
termasuk di dalam-nya adalah kita sendiri :)

Kalo kita sendiri juga adalah manusia yang tidak sempurna,
bisa juga secara tidak sengaja berbuat
kesalahan kepada orang lain,
bisa juga tidak sengaja mengecewakan orang lain..
di atas itu semua.. di akui atau tidak,
kadang-kadang kita juga bisa “sengaja” menyusahkan
orang lain atas dasar kekesalan yang timbul di hati kita, lohh..

Nah.. kalo udah gitu, gimana, coba.. heheeee….

Bicara panjang lebar.. inti-nya adalah..
mari kita pilih untuk BANGKITT saja-lahhh yaaa.. :D

Ayo sumangaaaaatttt… !! ^o^ :D :D

Selasa, 07 Februari 2012

Cinta Buta = Gelap Mata .. Hadeuhh ..


Bulan ini kata-nya bulan Valentine. :).


Bulan Februari ini konon kabarnya adalah bulan kasih sayang .. :)


Kurang jelas, yang di rayakan ini kasih sayang yang seperti apa.

Ada yang merayakan cinta romantis.

Ada yang merayakan kasih sayang antar saudara.

Ada yang merayakan kasih sayang antara orang tua dan anak.

Ada juga yang merayakan kasih sayang antar teman atau sahabat :)


Memang ada macam-macam versi "kasih sayang" dalam Valentine.

Tapi yang mau kita bahas saat ini adalah yang paling berbahaya,

yaitu Cinta Ro.. ro.. rrroommantisss.. *saking romantis-nya..hehee.. :)


Yang paling rame dan semarak merayakan tentulah para pemuda pemudi..

Di ikuti para ABG (anak baru gede)..

Dan tentu saja, yang tidak mau ketinggalan adalah ABG yang lain,

yaitu Angkatan Babe Gue yang terdiri dari para Babe dan Enyak (ayah & ibu) yang berjiwa muda mudi :)

Bahkan kadang juga ada angkatan Kakek Nenek yang masih romantis, juga ndak mau ketinggalan :)

Cinta (romantis), berjuta rasa-nya, memang .. Hahaaa... :)

Cinta romantis ini, saking romantis-nya, bikin gelap mata, memang ..

Sehingga nama-nya bisa jadi Cinta Buta .. T_T


Berrdasarkan pengamatan,

Cinta Buta yg paling berbahaya adalah Cinta yang sampai mengorbankan ke-iman-an.

Cinta seperti ini biasa-nya membuat seseorang sampai gelap mata,

sehingga tidak peduli lagi dengan iman yang sudah menghidupi kehidupan-nya selama ini.

Ke-iman-an ini berhubungan dengan kepercayaan kepada Tuhan.

Bayangkan, bila Tuhan pun jadi terpinggirkan

oleh rasa romantis yang timbul dari kekasih hati..

Silahkan ambil kesimpulan sendiri :)


Berikutnya yang tidak kalah bahaya-nya adalah Cinta Buta yang membuat Gelap Mata,

sehingga sampai mengorbankan pasangan hidup (suami/istri)

bahkan juga anak-anak yang tak berdosa..

Saking Buta-nya (*di butakan oleh romantis-nya "selingkuhan"),

maka sumpah janji setia pada waktu awal menikah pun,

seolah tak pernah terjadi. Saking gelap mata-nya,

luka hati yang pasti menghancurkan hati pasangan hidup dan anak-anak pun seolah

tak terlihat.. pokok-nya tidak perduli deh, yang penting mau bahagia dalam ke-romantis-an..

Gawat deh .. Ibarat pepatah mengatakan,

membangun kebahagiaan di atas puing-puing kehancuran hati suami/istri/anak-anak yang di tinggalkan,

demi selingkuhan yang romantis .. hiks .. prihatin :(


Semoga, di bulan kasih sayang ini, jangan sampai ada di antara kita yang tersesat

dalam cinta romantis yang bikin gelap mata..


Semoga, di bulan kasih sayang ini, jangan sampai ada cinta romantis yang membutakan,

di bangun di atas puing-puing kehancuran hati dari suami/istri/anak-anak yang seharusnya

di jaga dan di cinta dengan penuh kasih sayang :)


"Selamat merayakan hari kasih sayang, bukan cuma bulan Februari setiap tahun,

tapi mari kita rayakan kasih sayang yang tidak melukai,

24 jam dalam sehari / 7 hari dalam seminggu,

sepanjang tahun, selagi Tuhan masih karuniakan nafas kehidupan :)"


Rabu, 16 November 2011

Tuhan.. Aku gundah gulana.. T_T


Tuhan, aku gundah gulana. Hatiku ndak enak.
Segala sesuatu yang terjadi akhir-akhir ini
benar-benar bagai angin badai yang memporak porandakan hatiku.

Tapi Firman Tuhan bilang :
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan,
karena dari situlah terpancar kehidupan.

Benar apa yang Tuhan katakan,
ketika hatiku porak poranda, maka hidupku juga serasa macet.

Hatiku serasa ngganjel,
ada yang mengganjal di suatu sudut,
dan rasa-nya itu ndak enak, berat.

Tapi Firman Tuhan katakan, aku harus menguasai diri, harus taat.

Jadi ya sudahlah, Tuhan,
Engkau yang ber-Firman,
tentu Engkau bertanggung jawab atas FirmanMU.

Hidupku ini milikMU, Tuhan, jadi terserah padaMU saja-lah.. :)

Tuhan, Engkau kan tau,
tujuan hidupku hanyalah untuk menyenangkan hatiMu,
mempermuliakan namaMU.

Kalo suatu saat ada halang rintang
dalam jalanku untuk menyenangkan hatiMU,
mempermuliakan namaMU,
Engkau juga maha tau lah Tuhan, itu force majeur,
di luar kemauan-ku :)

Bukankah yang penting, segala sesuatu aku lakukan untukMU ?
Biarlah Engkau jadi hakim yang adil dalam hidup kami :)

Nahh.. sekarang udah agak lega deh hati-ku ini ;p

Tahu bahwa Engkau maha tau,
tahu bahwa Engkau maha adil,
tahu bahwa Engkau pembelaku,
tahu bahwa Engkau setia,
dan di atas semua-nya itu,
tahu bahwa Engkau mengasihiku,
itulah yang menenangkan hatiku :)

Terimakasih Tuhan :)

Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan,
karena dari situlah terpancar kehidupan.

Sabtu, 05 Maret 2011

HUKUM YANG UTAMA DAN TERUTAMA


"Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"

Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.

Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah:

Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Matius 22:36-40

Pada dasarnya, kita ini cenderung mudah untuk menunjuk, dengan jari telunjuk, tentunya..:))


Coba perhatikan, ketika satu jari telunjuk mengarah ke orang lain,

ternyata 4 jari yang lain mengarah ke diri kita sendiri.


Ini berbicara tentang konsep introspeksi diri, yang semestinya punya porsi 4 kali lebih banyak dari pada "menunjuk" kesalahan dan kejelekan orang lain.


Pada saat kita melihat ke lingkungan kita, yang paling mudah terlihat adalah kesalahan dan kejelekan orang lain.


Itu sebabnya acara gosip infotainment masih laris dan cenderung lebih di sukai penonton, sampai sekarang.


Saya ingin mengingatkan diri sendiri, dan mengajak mereka yang mau, yang bersedia:

Untuk mencoba berpikir dari sudut lain.. yaitu dari sudut pandang "Hukum yang utama dan terutama"


Apa itu hukum yang utama dan terutama?

1. KASIHILAH TUHAN, ALLAHMU, DENGAN SEGENAP HATIMU DAN DENGAN SEGENAP JIWAMU DAN DENGAN SEGENAP AKAL BUDIMU

2. KASIHILAH SESAMAMU MANUSIA SEPERTI DIRIMU SENDIRI


Dua hukum tersebut di atas dikatakan mempunyai bobot yang sama.


Lalu bagaimana prakteknya?


Yang gampang-gampang aja..


Coba kita lihat, kalau ada seseorang, beberapa orang, atau sebuah keluarga, tertimpa masalah..

Dan masalah tersebut, adalah masalah yang secara umum, akan di pandang sebagai "aib"..


Bagaimana kita akan bersikap terhadap seseorang, beberapa orang, atau sebuah keluarga tersebut?


Apakah kita cenderung untuk "ngomongin" kejelekan2 mereka?


Ataukah kita simpan dalam hati mengenai semua informasi tentang "aib" mereka itu,

lalu kita bawa mereka dalam doa kita?


Akankah kita memohon kepada Tuhan untuk pemulihan mereka?


Atau akankah kita malah makin antusias dan malah ikut menyebar-nyebarkan,

kalo ada informasi2 yang makin menjelekkan mereka?


Pilihan-nya ada di tangan kita..

dan marilah kita, sekali lagi, introspeksi diri..


Apakah kita sudah mengasihi Tuhan kita dengan segenap hati

dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi kita?


Apakah kita sudah mengasihi sesama kita manusia seperti diri kita sendiri??


God bless u all.. ^o^

Selasa, 21 Desember 2010

Ketahanan Jiwa..


Setiap kita punya ketahanan jiwa masing-masing..
Ada yang berjiwa kuat, tahan banting..
Ada juga yang berjiwa rapuh..

Yang berjiwa kuat.. dapat menghadapi dan menerima setiap
trauma dan masa-masa pahit yang di alaminya.. dan ia
bertumbuh menjadi pribadi yang punya empati terhadap
orang lain yang punya pengalaman yang sama..

Yang berjiwa rapuh,, perlu waktu yang lebih lama untuk bisa
sekedar 'menerima' setiap trauma dan masa-masa pahit
yang di alaminya.. dan ia perlu waktu lebih lama untuk dapat
menghadapi hal-hal berat dalam hidupnya.. mungkin
hidupnya tak dapat seperti orang-orang yang berjiwa kuat.
Namun satu hal yang pasti, Tuhan mengasihi dia, seperti
Tuhan juga mengasihi orang-orang yang berjiwa kuat.

Setiap kita berharga di mata Tuhan, baik yang berjiwa rapuh
maupun kuat..
Allah tidak mengatakan 'sungguh amat baik' pada waktu IA
menciptakan hal-hal yang lain sebelumnya..
Untuk semua ciptaan lain yang sebelumnya, Allah melihat
bahwa semuanya itu 'baik'.. bukan 'sungguh amat baik'

Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh
amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari
keenam.. (Kejadian 1:31)

Kenapa Allah mengatakan bahwa manusia adalah ciptaan
yang 'sungguh amat baik' ?
Kalo memang 'sungguh amat baik' kenapa ada yang berjiwa
kuat dan kenapa ada yang berjiwa rapuh?

Nah itulah uniknya..

Baik di perjanjian lama maupun di perjanjian baru,
Firman Tuhan membela orang-orang rapuh/lemah.. dan
disebutkan bahwa yang kuat wajib menolong yang lemah..
bahkan dalam kitab Mazmur, Tuhan sendiri menolong orang
yang lemah..

Engkau memang melihatnya, sebab Engkaulah yang melihat
kesusahan dan sakit hati, supaya Engkau mengambilnya ke
dalam tangan-Mu sendiri. Kepada-Mulah orang lemah
menyerahkan diri; untuk anak yatim Engkau menjadi
penolong.. Mazmur 10:14

Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah!
TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka..
Mazmur 41:2

Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya,
tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin,
memuliakan Dia.. Amsal 14:31

Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak
akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru..
Amsal 21:13

Terimalah orang yang lemah imannya tanpa
mempercakapkan pendapatnya.. Roma 14:1

Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang
tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri..
Roma 15:1

Bagi orang yang berjiwa rapuh.. sungguh sangat
menyakitkan kalo mereka harus menghadapi,
bahwa segala kelemahan mereka ternyata
menjadi bahan gunjingan dan cemoohan..

Bagi orang yang berjiwa rapuh..
segala trauma, sakit hati dan pengalaman pahit, yang
mendasari sikap 'aneh' mereka bukanlah hal yang
menyenangkan untuk di tertawakan..
"It's not funny !!" begitu kira-kira kalo saya boleh
menterjemahkan jeritan hati mereka ke dalam bahasa
inggris..
Kalo boleh pilih, mereka juga pasti tidak akan mau menjadi
pribadi yang di hantui trauma dan luka-luka masa lalu..

Orang-orang yang berjiwa rapuh memerlukan Tuhan, dan
menjadi tugas orang yang berjiwa lebih kuat untuk
membawa dan mengarahkan mereka supaya bisa mengenal
Tuhan lebih dekat..
Tugas itu tentu akan terhambat kalo orang-orang yang
berjiwa lebih kuat tersebut bersikap negatif
(mempergunjingkan.. merendahkan.. mentertawakan..)

Saya berharap, semoga setelah membaca tulisan ini..
yang merasa ber-jiwa rapuh dapat dikuatkan..
dan yang merasa berjiwa kuat dapat mengasihi yang berjiwa
rapuh..

Saya sungguh berharap,
semoga setelah membaca tulisan ini..
tidak ada lagi orang-orang berjiwa rapuh yang menjadi bahan
omongan, atau menjadi bahan tertawaan dari orang-orang
yang 'merasa' ber-jiwa lebih 'kuat'

God bless u all.. ^o^

Selasa, 30 November 2010

Sebuah dilema : bersaksi.. atau pamer ?


Sungguh sebuah dilema,
ketika sebuah kesaksian di tuduh sebagai
ajang cari popularitas..

Sungguh sebuah dilema,
ketika mujizat dari Tuhan
dianggap sebagai sesuatu yang biasa,
dan tidak perlu di beritakan..

Jadi bagaimana sekarang,
apakah dengan segala tuduhan itu,
lalu kita mau berhenti bersaksi?
apakah dengan segala cemooh-an itu,
lalu kita mau berhenti memberitakan mujizat Tuhan?

hmm..

Apakah dengan berhenti bersaksi
dan berhenti memberitakan mujizat Tuhan itu,
lalu kita akan bebas dari segala kritikan dan cemooh-an?

kayak-nya enggak deh..

Kalo kita mau mengikuti
segala tuduhan dan cemooh-an orang,
tidak akan ada habis-nya..

Jadi bagaimana sekarang:
adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah?
Adakah kucoba berkenan kepada manusia?
Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia,
maka aku bukanlah hamba Kristus. (Galatia 1:10)

Di luar sana ada begitu banyak orang
yang belum mengenal kasih dan kuasa Tuhan Yesusku..
masa iya aku mau menaruh pelita di bawah gantang..
hanya karena aku takut di kira pamer?

"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar,
dengan apakah ia diasinkan?
Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Kamu adalah terang dunia.
Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Lagipula orang tidak menyalakan pelita
lalu meletakkannya di bawah gantang,
melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam
rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang,
supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik
dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:13-16)

Memang ada hal-hal tertentu yang tidak perlu kita pamer kan..
Misal-nya, dalam hal doa pribadi..

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu,
tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu
yang ada di tempat tersembunyi.
Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi
akan membalasnya kepadamu. (Matius 6:6)

Ada lagi hal yang tidak perlu di pamerkan,
yaitu.. kalo kita memberi atau menolong orang lain..

Tetapi jika engkau memberi sedekah,
janganlah diketahui tangan kirimu
apa yang diperbuat tangan kananmu.
(Matius 6:3)

Firman Tuhan itu ya dan amin..
Dan hendaknya kita menerapkan-nya seturut kehendak Tuhan.. :)

Jangan sampai kita "memanfaatkan" Firman Tuhan untuk
memenuhi kebutuhan "ego" kita..
Apalagi kalo sampai kita menggunakan "Firman Tuhan"
untuk "menyerang" orang lain.. huaduhh.. gawats dehh..

Semoga tulisan sederhana ini bisa menjadi "alarm" kecil buat kita semua.. :)

God bless u all.. ;p

Menilai.. atau Menghakimi.. ??


Dear all..
Akhir-akhir ini saya gelisah.. sebab rupa-nya tidak semua
orang tau, beda-nya menghakimi dan menilai..

Ada yang berusaha memberikan penilaian.. ternyata berakhir
dengan menghakimi..

Menilai sesuatu perkara adalah hal yang baik. Sebab dengan
menilai, kita bisa membedakan, mana hal yang baik, boleh di
lakukan dan mana hal yang buruk, yang tidak boleh di
lakukan.

Tetapi menilai dan menghakimi adalah hal yang berbeda.

Menilai: Lumpur itu kotor, tidak baik untuk mainan adik bayi
juga tidak boleh dimakan adik bayi.
Menghakimi: Lumpur itu kotor, sangat menjijikkan, hiii jijay
dehh.. !!

Menilai: Ada jerawat di wajah si A.. Perlu perawatan khusus
untuk membuat kulit si A jadi sehat tanpa jerawat.
Menghakimi: Wajah si A jerawatan, jelek banget deh !!

Menilai: Si B mengambil barang orang lain tanpa ijin,
perbuatan itu di sebut mencuri. Mencuri itu tidak baik.
Kita tidak boleh mencuri.
Menghakimi: Si B yang mengambil barang itu, dasar pencuri !!

Ya, dan seterus-nya.. mesti-nya udah jelas yah..

Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang
lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan
tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan
berkuasa menjaga dia terus berdiri. (Roma14:4)

Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi
saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina
saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta
pengadilan Allah. (Roma 14:10)

Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi
pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.
Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi!
(Roma 14:12)

Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman,
tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh
Roh Kudus. (Roma 14:17)

Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan
damai sejahtera dan yang berguna untuk saling
membangun. (Roma 14:19)

Nah,.. mari kita belajar menilai, untuk mengejar apa yang
mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk
saling membangun.. :)

God bless u all ;p