Minggu, 11 April 2010

Detik-detik menjelang kematian..


Sebuah pengalaman pribadi yang pertama kali aku alami,
adalah melepas kepergian mama-ku.. Mulai dari kesulitan
beliau untuk bernapas.. sampai pada ketakutan beliau
menjelang saat-saat terakhirnya.. "Aku jangan di tinggal.. aku
jangan di tinggal.. !!" begitu kata-nya, sambil memeluk kakak
ipar-ku yang dengan setia mendampingi di sebelah kiri
pembaringan-nya di ICU.. sementara aku sendiri
mendampingi beliau di sebelah kanan pembaringan-nya. Tak
lama setelah beliau memeluk kakak ipar-ku.. kemudian
posisi beliau berbalik menghadap ke arahku, tangan kirinya
mendarat di punggung kananku.. wajahnya menghadap ke
arahku.. kulihat nafas-nafas terakhirnya meluncur satu-satu..

Tak lama kemudian.. seorang perawat menyarankan untuk
mengembalikan posisi mama ke posisi terlentang.. dimana
hal itu membuat beliau semakin kesulitan bernafas.. Aku
melihat mama kesulitan mengendalikan air liur-nya, dan ku
minta perawat untuk membersihkannya dengan alat
penyedot khusus.. Selesai di bersihkan,.. sang perawat
minta aku untuk menyapa mama, karena rupanya terlihat
tanda-tanda kesadaran mama sudah menurun.. Segera ku
sapa mama.. "Ma.. mama.. gimana ma.. apa sudah enak-an
nafas-nya?.." Tak ada reaksi. Jadi ku sapa mama sekali
lagi.. "Mama.. gimana ma apa udah lega nafas-nyaa?"..
Tetap tak ada reaksi. Pandangan matanya kosong..

Sang perawat segera membisik-kan di telinga-ku.. supaya
aku siap mental.. katanya.. "Kondisi mama sudah sangat
menurun.. harap siap mental.. berdoa saja.."
Aku tanya, apakah kakak ipar-ku juga sudah di beritahu hal
yang sama.. ternyata belum.. maka aku minta sang perawat
untuk memberitahu kakak iparku yang sedang tegang itu..

Maka sementara para perawat sedang berusaha
mengembalikan detak jantung dan nafas mama (sambil
mereka berusaha menghubungi dokter jaga).. kami (aku &
kakak ipar-ku) sama-sama berdoa,.. berdoa buat mama
yang kami sayangi.. Tak putus-putus-nya hati-ku memohon
kepada Tuhan Yesus.. Tuhan.. tolong lepaskan mama dari
penderitaan-nya.. Tuhan Yesus tolong mamaku.. aku mohon
belas kasihanMu.. tolong lepaskan mama-ku dari segala
penderitaan-nya.. mohon ampuni segala dosa-nya..

Tak lama kemudian seorang dokter datang.. dan mengambil
alih usaha untuk mengembalikan detak jantung dan nafas
mamaku.. tidak lama.. kira-kira beberapa menit kemudian,
sang dokter menggeleng-gelengkan kepalanya sambil
memandangku.. "Sudah tidak bisa.." begitu katanya. Aku
berusaha mempertegas kalimat dokter tersebut.. "Jadi,
mama saya sudah pergi, Dok?.. "Iya.." Jawab sang dokter
tersebut sambil mengangguk, dan segera melihat kearah
jam dinding dan jam tangan-nya.. "Waktu sekarang
menunjukkan jam 12.55"

Dan.. begitu saja.. hanya selang beberapa detik telah terjadi
perpindahan dari alam kehidupan menuju alam kematian.

Yang pertama kurasakan adalah kelegaan, bahwa mamaku
sudah terlepas dari penderitaannya yang berkepanjangan..
maka segera aku mengucapkan "Selamat jalan ya Ma".. Lalu
aku menghampiri mamaku, aku cium pipi kiri dan kanan-
nya.. juga kening-nya.. aku peluk mama untuk terakhir kali-
nya sambil ku ucapkan.. "mama.. mama sekarang sudah
tenang ya.. sudah ketemu sama Tuhan Yesus yaa.."

Selanjutnya yang terlintas di pikiranku adalah.. betapa
tipisnya jarak antara hidup dan mati. Dalam sekejap saja
semua yang di cari mamaku seumur hidupnya menjadi tak
berarti lagi.

Kemudian perasaanku menjadi campur aduk tidak karuan.
Antara sedih.. dan kesadaran bahwa aku seharusnya lega..
karena mamaku sudah tidak menderita lagi.

Sekali lagi terlintas di pikiranku.. betapa tipis-nya batas
antara hidup dan mati.. Betapa singkat rasanya waktu untuk
kita menjalani kehidupan ini.. Lalu aku merenungkan lagi,
ahh.. jelas sudah, bahwa hidup ini memang singkat.. dan tak
tahu kapan Tuhan akan panggil kita.

Dan beberapa pertanyaan untuk di renungkan-pun jadi
terlintas di pikiranku:
1. Apakah yang sudah kita kerjakan selama kita hidup?
2. Apakah hidup kita sudah menjadi berkat buat orang lain?
3. Apakah kita sudah hidup untuk Tuhan?
4. Apakah kita sudah menghargai dan mensyukuri setiap
detik yang Tuhan karuniakan dalam hidup kita?
5. Kalau sewaktu-waktu Tuhan mau panggil kita, apakah kita
sudah siap?

Mama, selamat jalan.. aku sungguh berharap mama
mendapat tempat yang baik di sisi Tuhan Yesus, di mana
mama tidak akan lagi harus menanggung penderitaan dunia.

Terimakasih Tuhan, sebab melalui peristiwa ini, aku jadi
semakin menghargai dan mensyukuri setiap peristiwa yang
terjadi, didalam setiap detik kehidupan yang Kau anugrahkan
padaku. Terpujilah Kau Tuhan.. Haleluyah.. Amenn ;p

Rabu, 27 Januari 2010

BUAT APA SIH KITA HIDUP ???


Masa kecil saya tidak termasuk ideal. Latar belakang kerohanian keluarga saya
campur aduk. Karena kondisi ekonomi yang serba terbatas, maka orang tua saya
menganut paham seperti ini: "biarkan anak-anak memilih sendiri agama mereka, pada
waktu mereka sudah cukup dewasa untuk memilih nanti-nya". Dengan kata lain, boro
-boro ngurusin urusan rohani anak, buat bertahan hidup saja sudah cukup repot.

Berdasarkan situasi dan kondisi keluarga yang seperti ini, harap maklum-lah kalo, bisa di bilang, bahwa saya tumbuh sendiri. Yang penting orang tua sudah bertanggung jawab akan kelangsungan hidup saya, memberi saya makan, menyekolahkan saya..

Saya harus bersyukur untuk perjuangan orang tua saya ini.
Untuk urusan mental spritual, ya saya mesti tau diri-lah.. cari sendiri aja.

Sejak kecil.. hari demi hari saya jalani dengan berusaha untuk men"cerna"..
apa sih sebenarnya yang terjadi dalam hidup saya ini?

Sejauh yang saya ingat, perjuangan orang tua saya untuk menghidupi
keluarga kami sangatlah berat. waktu usia SMP, saya pertanyakan:
Untuk apa Tuhan bikin saya di lahirkan di keluarga ini, kalo keberadaan
saya cuma jadi beban saja buat orang tua saya. Bahkan saya berpikir untuk semua manusia di dunia ini. Untuk apa manusia itu hidup, untuk apa hidup hanya untuk jadi susah. Bayi di lahirkan, harus di hidupi, lalu di sekolahkan, lalu harus bekerja, lalu harus menikah, lalu harus punya bayi lagi.. bayi-nya ini lalu harus melalui siklus hidup yang sama dengan orang tua-nya.. begitu seterusnya. Jadi, saya mempertanyakan, buat apa sih orang harus punya anak, nanti
kan kasihan kan anaknya itu menjalani hidup dengan susah payah.

Di tengah berkecamuk-nya pikiran saya yang "ajaib" itu,
yang membuat saya tidak ingin hidup lagi,..
puji Tuhan, saya menemukan satu ayat firman Tuhan yang membuat
saya tau, buat apa saya hidup:

Roma 14:8 Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan,
dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan.
Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.

Sejak itu, saya tidak mempertanyakan, buat apa saya hidup.
Sebab bukankah baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan
dan karena itu kita hidup untuk Tuhan?

Seperti apa sih hidup buat Tuhan itu? Saya juga nggak tau persis.
Setahu saya hidup buat Tuhan itu ya mestinya hidup yang baik.
Maka saya berusaha hidup sebaik-baiknya.
Nah, seperti apa hidup yang sebaik-baiknya itu? Ini dia jawaban Tuhan:

Kolose 3:23 Apa pun juga yang kamu perbuat,
perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan
dan bukan untuk manusia.

Kalo saya sudah hidup untuk Tuhan dan mengerjakan
segala sesuatu untuk Tuhan, lalu, kenapa hidup saya
"tak seindah dongeng anak-anak" ? Sekali lagi Tuhan berikan
jawaban buat saya, melalui firmanNYA :

Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja
dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi
mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang
terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Jadi kesimpulannya:
1. Tidak masalah, baik saya hidup ataupun mati,
sebab hidup atau mati saya adalah buat Tuhan.
2. Lalu, tidak masalah, apapun yang saya kerjakan
dalam hidup ini, selama itu semua saya kerjakan
yang terbaik buat Tuhan.
3. Dan, tidak masalah apapun yang terjadi dalam hidup saya
(baik itu kejadian baik atau buruk, enak atau nggak enak kelihatannya),
sebab saya tau, bahwa dalam hal apapun yang terjadi,
Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan
kebaikan bagi mereka yang mengasihi DIA..

Semoga secuil kisah ini bisa berguna, buat mereka yang pernah
mengalami hal-hal yang "mirip" dengan yang saya alami.. ;p

God bless u all ^o^

Kamis, 12 November 2009

SUDAHKAH KITA MELIHAT DENGAN MATA-NYA TUHAN?


Ketika seseorang di anggap "aneh".. atau "tidak biasa".. maka biasa-nya lingkungan
sekitarnya akan "menceritakan".. "membuat jadi topik pembicaraan"..
atau bahkan.. bisa juga "membuat jadi bahan tertawa-an"..

Pernahkah kita coba menempatkan diri sebagai orang yang jadi bahan cerita atau bahan
tertawa-an tersebut.. ? Bagaimana-kah rasa-nya di tertawakan.. ? Bagaimanakah
rasanya di "bicara-kan" di "belakang" kita?

Tidak bisa saya pungkiri, bahwa, kadang tawa saya bisa otomatis meledak, saat ada
peristiwa yang "aneh" & "lucu" sedang jadi topik pembicaraan di sekitar saya.. Tapi
sesaat setelah tawa saya "meledak".. hati nurani saya segera terusik & segera saya
menyesal.. duhh.. kenapa ya kok saya nggak bisa menahan ketawa saya..

Hari Senin, 9 November 2009, saya mengikuti sebuah acara, dan salah satu pokok
bahasan yang sangat penting buat saya adalah bahwa kita harus melihat segala
sesuatu dengan mata-nya Tuhan.. ini arti-nya.. se-"aneh" apa-pun, atau se-"tidak biasa"
apa-pun seseorang, kita harus berusaha melihat dia dari sudut pandang Tuhan, dengan
hati Tuhan, dengan mata Tuhan..

Seturut iman saya, setiap orang berharga di mata Tuhan, Tuhan saya mati di kayu salib
buat menebus dosa setiap orang yang mau percaya dan di selamatkan..

Yohanes
3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah
mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya
tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal..

I Timotius 2:3 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita,
2:4 yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan
akan kebenaran.

Kira-kira begitu-lah firman Tuhan yang saya pelajari dan saya percayai, yaitu :
1. Bahwa Tuhan begitu mengasihi kita, sehingga IA mengaruniakan Anak-Nya yang
tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh
hidup yang kekal..
2. Dan satu hal lagi, yaitu bahwa Tuhan, sang Juruselamat itu, menghendaki supaya
semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.

Jadi, kalo Tuhan saja melihat setiap orang berharga di mata-Nya.. lalu siapakah kita,
sehingga kita bisa mentertawakan sesama manusia? Siapakah kita, sehingga kita bisa
menghakimi sesama manusia? Siapakah kita, sehingga kita tidak ber-belas kasih pada
sesama kita?

Sabtu, 11 Juli 2009

JAKA SEMBUNG PAKE PISPOT.. UDAH NGGAK NYAMBUNG PAKE NGOTOT..


He he.. pernah nggak kita mengalami hal yang bisa bikin kita pengen mengatakan kalimat judul di atas?



Ada, gitu.. komunikasi "nggak nyambung" antara orang tua dan anak..
antara antara suami dan istri.. atasan dan bawahan..
antara rekan-rekan sekerja..
pokoknya.. buanyaaaak dehh komunikasi yang nggak nyambung..
dan masing-masing pihak, bukannya menahan diri dan berusaha berpikir jernih..
eh.. makin lama malah makin ngotot dengan pendapatnya sendiri-sendiri..
ya nggak.. ha ha.. Buat penonton di luar "arena".. ini tentu sebuah tontonan
yang unik.. tapi buat yang bersangkutan (pelaku nggak nyambung yang
sama-sama ngotot itu tadi).. percaya dehh.. pasti beteee buangett rasa-nya !!

Kita tentu nggak mau mengalami kondisi "nggak nyambung"..
apalagi pake "ngotot-ngotot"-an... capee dehh..

Nah, gimana cara-nya supaya "nyambung"??
Dari pengalaman hidup saya selama ini, saya mengalami, sungguh,.. bahwa
Tuhan itu luar biasa. Tuhan mengajarkan kepada saya sebuah bahasa yang
bisa "menyambung"-kan situasi yang "nggak nyambung banget". Bahasa
apa itu??.. Sederhana saja jawabnya,.. BAHASA KASIH gitu lohh !!

Apa itu bahasa kasih? Coba kita simak..
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu.
Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan
dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.
Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu,
mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Gimana.. jelas nggak??.. Atau mungkin terlalu rumit?..
Gimana supaya nggak rumit??..
Supaya nggak rumit, ya musti sederhana..
Sederhana-nya begini,..
di dunia ini, tidak ada orang yang tidak butuh kasih
sayang.. tidak ada orang yang tidak mau di sayang..
biar se-galak dan se-jahat apa-pun seseorang,
pasti dia tidak bisa menolak kasih sayang dan
kebaikan dari orang lain.

Biar se-galak dan se-jahat apa-pun seseorang,
pasti lama-lama akan nggak enak hati juga-lah,
kalau kita tetap konsisten bersikap baik dan mengasihi dia..
ya nggak.. ya nggak.. ya nggak.. ;p
Saya pernah, dulu.. selama beberapa tahun, di cuek-in dan di galak-in
seorang teman.. tapi karena saya belajar, bahwa kasih itu adalah bahasa
yang paling "nyambung" di dunia ini.. maka saya tetap berusaha untuk tetap
menyayangi teman tersebut.. saya tetap menyapa dia, saya tetap mengasihi
dia, saya tetap bersikap baik pada-nya.. Apa yang terjadi setelah ber-tahun-
tahun kemudian? Teman saya yang galak tersebut akhirnya mulai belajar
untuk mengenal Tuhan lebih dekat.. bukankah ini sebuah hasil yang baik??
Kita bisa mulai dari diri kita sendiri.. mulai belajar mengasihi,
atau lebih mudahnya.. mulai belajar menyayangi orang lain..
Orang lain, ya.. itu artinya bukan cuma teman, saudara.. atau orang tua..
Orang lain itu artinya ya termasuk..
orang-orang yang "memusuhi" kita, yang "tidak suka" pada kita,
yang "tidak kenal" kita, yang beda status sosial, beda suku,
beda ras, beda kepercayaan,.. pokoknya.. orang lain.. ya orang lain..
semua orang lain, tanpa kecuali.

Kita bisa coba buktikan, apakah situasi lingkungan kita, baik di rumah,
di kantor, di masyarakat luas.. akan menjadi lebih baik, kalo kita mau mulai
belajar mengasihi, sekalipun terhadap orang-orang yang "sulit" untuk di
kasihi.. Setidaknya, kalo kita mulai belajar mengasihi.. kita bisa memberi
kesempatan pada orang lain untuk belajar mengasihi juga.
Orang lain, yang galak, yang jahat, yang judes.. mungkin belum tau, gimana
sih cara mengasihi.. jadi, alangkah baik-nya kalo kita ber-murah hati dengan
cara memberikan contoh.. gini lho cara mengasihi itu.. nah.. gimana rasanya
di kasihi? enak kan di kasihi? maka-nya.. yuk kita saling mengasihi aja.. dari
pada saling meng-galak-i atau saling men-judes-i.. he he.. ^o^

Ada sebuah kalimat bijak yang berkata:
Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman,
tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.

Setidak-nya.. kita bisa mulai dengan wajah, sikap dan tutur kata yang ramah..
yang meluap dari hati yang mau mengasihi.. mudah kan?
Kasih itu tidak rumit. Kasih itu cuma perlu hati.

Nah,.. kalo kita sudah mulai belajar mengasihi..
se "pispot" apa-pun si "jaka sembung"..
atau se"ngotot" apa-pun si orang yang "nggak nyambung" itu..
pasti bisa kita hadapi dengan hati yang legowo.. yang ikhlas.. yang adem..
yang damai.. jadi kita nggak perlu cape-cape ikut-an ngotot.. nggak perlu
habis energi buat emosi yang bikin "makan hati".. lebih enak, kan.. he he.. ^o^

God bless u all ;p

Rabu, 06 Mei 2009

Sebelum terlambat.. salibkan daging.. sekarang !


Ini sudah akhir jaman,.. sudah dekat masa pengangkatan (rapture)..
tanda-tandanya sudah sangat jelas...
Tentu kita tidak mau ketinggalan.. Tentu kita tidak mau tidak terangkat..

Tapi diatas semua itu.. kita tidak tau kapan kita akan Tuhan panggil..

Bisa jadi sebelum pengangkatan.. kita sudah duluan di panggil Tuhan..

Tak ada yang tau seberapa pasti-nya umur seseorang..
Yang sehat walafiat bisa saja tiba-tiba "berangkat"..

Yang sakit sudah lama bisa juga tidak di panggil pulang juga sampai tiba masa pengangkatan..
Yang masih muda belia bisa saja tau-tau Tuhan panggil pulang..
Yang sudah tuaaaaa buangettt.. bisa juga tidak Tuhan panggil sampai tiba masa pengangkatan..

Karena itu.. saudaraku..Yuk,.. kita bersiap..

Jalani hari-hari dalam kehidupan kita sebaik mungkin..
Kasihi orang-orang terdekat.. teman-teman.. saudara.. orang tua..
Di atas semuanya itu.. mari kita kasihi mereka semua dengan Kasih Tuhan..

Alangkah indahnya kalau kita masing-masing mau jadi perpanjangan tangan Tuhan untuk
mengasihi sesama..
saling mengasihi.. saling mendukung.. saling membangun di dalam Tuhan..
Kalau dalam mengasihi sesama..
ternyata kita harus menyalibkan daging.. korban perasaan..
sudahlah.. salibkan saja.. korbankan saja..

Sebab penyaliban daging kita toh tak ada seujung kuku penyaliban Yesus..
sebab pengorbanan perasaan kita toh tak seberat dan tak sebesar yang di tanggung Yesus..

Sebab setiap penyaliban daging.. setiap pengorbanan perasaan yang kita jalani..
bahkan setiap tetes air mata yang tumpah karenanya..
tidak ada yang tersembunyi dari mata Tuhan..

Dan pada waktu Tuhan panggil kita pulang tiba-tiba..
maka tidak sia-sia lah semua pengorbanan itu..
sebab bahagia kekal sudah menanti..bersama Tuhan di surga kekal..

Percaya deh.. di akhir hidup kita nanti..

cuma ada dua pilihan..
surga kekal.. atau neraka kekal..

kalo sudah di surga kekal.. tidak sia-sia semua pengorbanan kita di dunia..
kalo sudah di neraka kekal.. hiks.. mau salibkan daging seribu kali-pun sia-sia saja..

mau kemana? tinggal pilih... ^o^

Haleluyahh !!

Jumat, 17 April 2009

Yuk.. ikut teladan Tuhan ^.^


Dear all,...

Pernah tau lagu "Ku mau spertiMu Yesus".. ??

Biasanya kita menyanyikan lagu tersebut dengan sungguh-sungguh...
bahkan secara refleks kita juga menutup mata..
tangan kanan angkat keatas.. tangan kiri letak-kan di dada..

"Kuu.. mau sperti MU.. YESUUUS.. di.. sempurnakan.. slaluu..
daa-lam se-gnap jaa-lankuu.. memuliakan Na-maMUUU.."

Namun apakah dalam hidup kita sehari-hari.. kita sudah melaksanakan apa yang kita
nyanyikan?

Coba kita simak dua hal penting :
1. Di sempurnakan selalu, artinya siap dibentuk supaya serupa Tuhan Yesus.
2. Memuliakan Tuhan dalam segenap jalan hidup kita, artinya apapun yang kita lakukan,
mestinya jangan sampai mencemarkan Kemuliaan Nama Tuhan.


Yang Pertama,.. apakah kita siap di bentuk supaya serupa Tuhan Yesus?

MEMANGNYA TUHAN YESUS ITU SEPERTI APA, SIH??

TUHAN YESUS ITU, TAAT pada BAPA dalam menjalankan tugas penebusan dosa buat kita,
sehingga DIA mengalami:

1. Rasa takut, sampai "PeluhNya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan di tanah"
(MAT 26:37).

Artinya:
Dalam menjalankan tugas dari Bapa,.. Yesus-pun pernah mengalami beban dan tekanan yang
hebat. Apakah yang kita alami selama ini sudah mirip??
Apakah kita tetap mau taat menjalankan tugas dari BAPA walaupun rasanya takut, rasanya
berat, rasanya tertekan sekali,...??

TUHAN YESUS taat tanpa syarat.. Kan tidak ada tertulis bahwa Yesus mengajukan syarat-syarat pada Bapa.. Misalnya : Tuhan Yesus tidak bilang..
"OK, aku mau di salib.. tapi aku gak mau ketakutan dan menderita, ya.. aku juga gak mau
merasakan sakit waktu di aniaya & di paku di kayu salib.. pokoknya.. bikin se-nyaman
mungkin penyaliban-nya yahh !!"

Tuhan Yesus taat tanpa syarat, dan DIA mengalami semua penderitaan itu tanpa minta
kemudahan dan keistimewaan sedikit-pun.

Inti-nya disini ----> TAAT TANPA SYARAT

2. Pernah di olok-olok.. di ludahi.. di tinju.. di pukul.. (MAT 26:67)

Artinya:
Dalam ketaatanNYA.. TUHAN YESUS menerima penderitaan tersebut tanpa mengeluh dan tidak membalas. Kan tidak ada tertulis bahwa, Tuhan Yesus balas mengolok-olok.. balas meludahi.. balas meninju dengan hebatnya.. atau balas memukul-i orang-orang yang menganiaya DIA.
Nah,.. apakah kita sudah mirip?
Apakah kita tidak membalas kalo orang mengolok-olok kita?
Apakah kita tidak membalas kalo orang meludahi kita?

Inti-nya disini ----> TIDAK MEMBALAS


Yang kedua,.. apakah dalam segala jalan kita, kita sudah memuliakah nama Tuhan?

MEMANGNYA,.. MEMULIAKAN NAMA TUHAN DALAM SEGALA JALAN ITU SEPERTI APA, SIH??

Ada dua hal di sini :
1. Dalam segala jalan, itu meliputi pikiran, perkataan, perbuatan kita.
2. Memuliakan nama Tuhan, artinya,.. hmmm..

Coba seandainya ada seorang anak.. yang nuakaaaalll sekali.. sudah gitu.. anak ini juga
juahaatt, kuejaaam sekalii.. pokoknya tidak ada yang baik dari anak ini...

Hmmm... anak siapa sih itu?? Anak yang nakal, jahat, kejam.. pasti orang tua-nya gak bener
didik-nya !!

Begitu juga hidup kita.. Kalo hidup kita tidak jadi kesaksian yang baik,.. pasti orang juga
bertanya-tanya.. Hmmm.. siapa sih Tuhan-nya??

Coba,.. kalo sampai kejadian, gimana tanggung jawab kita pada Tuhan.. hayoooo... !!

Jadi kesimpulannya:
1. Yuk, ikut teladan Yesus,.. mau taat pada Tuhan & tidak membalas kalo orang jahat pada
kita,.. ^.^
2. Yuk, kita belajar jadikan hidup kita sebagai kesaksian yang baik, sebagai tanggung jawab
kita pada karya keselamatan yang sudah di jalani Tuhan Yesus di kayu salib.

Jangan sampai sia-sia pengorbananNYA buat kita,.. ^o^

Haleluyahh !!!

Sabtu, 11 April 2009

Rasanya kok kayak di Padang Gurun...Hiks..


Dear All,..

Akhir-akhir ini rasa-nya.. saya kok sedang mengalami Padang Gurun ya..
Memang.. Firman Tuhan bilang.. serahkan segala beban pada Tuhan..
dan saya juga sudah minta ampun pada Tuhan karena hati saya ini kok ya bandel banget.. Udah serahkan segala beban.. tapi masiihh aja ada yang nge-ganjel di hati..

Saya jadi penasaran.. hhh.. seperti apa sih Padang Gurun itu yang sebenarnya??

Ada satu penjelasan yang saya dapat dari www.kejut.com :

Padang gurun adalah tempat hidup yang sulit bagi sebagian besar mahluk hidup.
Hal ini terbukti dari sedikitnya jenis mahluk hidup dan tumbuh-tumbuhan yang dapat hidup di sana. Hewan-hewan tersebut juga rata-rata kurang bersahabat, seperti ular, kalajengking, dll. Suhu di gurun relatif sangat ekstrim, siang hari tinggi sekali dan malam hari rendah sekali.

Sampai di sini saya mulai "ngeh"... Jadi padang gurun itu bukan sekedar padang pasir yang panaaass di siang hari dan dingiinn di malam hari.. Tapi juga cuma sedikit mahluk yg bisa hidup di sana.
Nah,.. pantesan.. hiks.. jadi gitu ya.. di padang gurun jarang yang bisa bertahan hidup.. beratt yahh..

Nah.. kalo di terapkan dalam hidup kita sehari-hari, ada banyak orang tinggal di padang gurun, dan ada berbagai jenis padang gurun:
Ada padang gurun kemiskinan, padang gurun kelaparan dan kehausan, padang gurun keterlantaran, padang gurun kesendirian, padang gurun putus cinta, dll.

Berikutnya, ada penjelasan lain lagi,.. yaitu :

Bahwa sebenarnya terpendam harta karun dalam gurun.
Contohnya: daerah-daerah yang berada di padang gurun relatif dikaruniai kekayaan alam, seperti misalnya Arab, di dalamnya terkandung banyak minyak bumi.

Jadi, Ketika seorang berada di padang gurun, kadang-kadang tidak semua orang bisa keluar dari sana, bisa saja mereka mati di sana. Tapi jika mereka berhasil melaluinya, maka mereka akan memperoleh berkat,.. atau setidaknya mereka akan jadi lebih kuat dan lebih tabah.. pokoknya lulus ujian deh.

Kesimpulannya :
Perjalanan di "Padang Gurun" adalah sebuah perjalanan ujian buat kita yang sedang mengalaminya. Dalam menghadapi ujian tersebut, kita bisa pilih menyelesaikannya dengan tekun dengan bergantung penuh pada kekuatan Tuhan.
Atau bisa juga kita bersungut-sungut dan akhirnya "mati" tanpa bisa keluar dari Padang Gurun masing-masing.

Umat Israel pernah mengalami perjalanan di padang gurun untuk waktu yang tidak sebentar...
40 tahun.. hmm.. "tua di jalan" dalam arti yang sebenarnya, ya..

Kenapa umat Israel harus berjalan di padang gurun?
Karena mereka berteriak minta tolong, supaya Tuhan membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir. Maka Tuhan mengutus Musa untuk memimpin mereka keluar dari Mesir.

Lalu bagaimana perilaku mereka selama dalam perjalanan?
Bersungut-sungut.. ya.. mereka tidak puas dengan apa yang mereka alami di padang gurun.
Tidak cukup ajaib bagi mereka bahwa ada tiang awan dan tiang api memimpin mereka dalam perjalanan.
Tidak cukup memuaskan pemeliharaan Tuhan bagi mereka.
Mereka terkenang akan kenikmatan hidup di Mesir.. walaupun di Mesir mereka adalah budak.
Seakan mereka lupa bahwa mereka pernah berteriak minta tolong pada Tuhan supaya Tuhan bebaskan mereka dari perbudakan Mesir.

Padahal.. kalo mau di pikir lagi..
Apa mereka nggak tau bahwa Tuhan berjanji akan membawa mereka ke "tanah perjanjian"? Apa mereka nggak percaya bahwa Tuhan sanggup memenuhi janjiNYA??

Mereka tau dan mereka percaya,..kok.
Buktinya mereka mau melangkahkan kaki keluar dari Mesir.
Tapi yang jadi masalah.. sebab dari semua "sungut-sungut" mereka itu, adalah karena mereka tidak puas dengan cara Tuhan. Mereka mau cara yang lebih enak.. yang lebih menyenangkan..

Kalo mau di terjemahkan dengan bahasa sekarang :
Tuhan, Tuhan,.. Mbok ya.. jangan lewat padang guruun..
lewat padang rumput aja.. lewat tepi sungai yang jernih.. lewat kebun buah yang ranum-ranum..
Kalo bisa Tuhan.. mbok ya ndak usah jalan kaki,.. gitu.. naik permadani terbang aja..
Atau kalo bisa,.. bikin aja secara ajaib, tiba-tiba langsung nyampe di tanah perjanjian, gitu...
Gitu lho Tuhaann... kan lebih siiipp.. lebih afdoll.. lebih mantapp.. he he..

Itulah manusia,.. termasuk juga saya.. yang terbuat dari darah dan daging ini..
mau-nya yang enak.. mau-nya yang mudah.. mau-nya banyaakk.. dan yang enak-enak..

Menengok ke belakang.. ternyata ada banyak Padang Gurun yang pernah saya alami..
Padang Gurun yang satu selesai.. menyusul Padang Gurun yang lain..

Padang Gurun pertama saya alami di masa kecil.. (Untuk detailnya bisa dibaca di tulisan saya sebelumnya, judulnya: Masa kecilku,.. sebuah pelajaran)
Bagi yang belum tau masa kecil saya,.. singkatnya.. masa kecil saya bukanlah masa kecil yang ideal.. baik untuk pertumbuhan jasmani maupun rohani..
Tapi Puji Tuhan, selepas dari Padang Gurun masa kecil itu,.. saya tumbuh menjadi pribadi yang tidak gampang kasihan pada diri sendiri,.. tidak gampang cengeng dan tidak mudah rapuh.
Untuk itu saya harus berterimakasih pada Mama, yang telah berjuang membesarkan, menghidupi dan mendidik saya.

Padang Gurun kedua saya alami di masa saya mulai jadi anak kost di Jakarta, masih jomblo/single di usia yang "rawan", dan harus bertahan hidup sendirian mencari nafkah sebagai karyawati yang "pas2-an" setiap bulan..
Pergumulan masalah jodoh tentu jadi topik utama pada masa itu..
Apalagi dengan Mama yang sakit dan harus di operasi gara-gara kepikiran, kenapa kok
saya nggak "kawin2".. eh.. "nikah" ya istilah bagusnya.. he.. he..
Sempat saya ngotot minta jodoh pada Tuhan.. dengan menyebutkan "syarat2" yang saya
mau.. dan Tuhan kabulkan juga sih.. Tapi ternyata akhirnya bubar juga setelah masa
pertunangan.. dari peristiwa itu akhirnya saya sadar.. bahwa kalo saya ngotot.. Tuhan bisa saja kasih yang saya mau.. tapi resiko harus saya tanggung sendiri.
Dari peristiwa bubarnya jodoh yg saya minta dari Tuhan itu,.. saya jadi terpacu untuk lebih sungguh2 lagi cari kehendak Tuhan.. Dan Puji Tuhan,.. setelah lewat dari Padang Gurun yang satu ini.. saya jadi belajar.. bahwa lebih baik ikut kehendak Tuhan saja.. supaya tidak perlu cape..
he..he.. Hasilnya? Ya.. saya mendapat "harta karun" dari Padang Gurun.. berupa seorang suami yang dari Tuhan.. asli dari Tuhan.. bukan yang saya cari sendiri.
Lucunya,.. Tuhan kasih tau jodoh saya itu justru pada waktu saya sedang berdoa syafaat untuk hal yang lain. Memang Tuhan punya rasa humor yang tinggi, ya ;p

Padang Gurun ketiga saya alami pada masa setelah saya menikah,..
Waktu baru menikah, saya & suami boleh tinggal di rumah teman yang sudah pindah keluar kota setelah dia menikah. Teman saya janjikan, kami boleh tinggal untuk dua tahun, tidak gratis tentunya,.. bayar juga.. 500 ribu per bulan tidak terlalu mahal untuk ukuran sebuah rumah 3 kamar lengkap dengan telepon rumah di tengah kota.

Tapi tidak sampai setahun, rupanya lama-lama teman saya & suaminya punya ide lain, yang lebih baik buat mereka tentunya,.. Maka dengan bahasa sehalus mungkin kami di minta untuk cari tempat tinggal yang lain, karena rumah tersebut mau di jual.
Jadi kami harus cari kontrakan. Puji Tuhan, kami dapat kontrakan yang baru di bangun dengan harga 5 juta setahun. Jangan tanya bagaimana cara kami bayar kontrakan tersebut. Kami juga sudah lupa.. yang jelas hanya karena kemurahan dan kasih karunia Tuhan saja maka kami bisa membayarnya.

Masalah berikutnya timbul,.. namanya rumah kontrakan. Pak Haji yang punya kontrakan saja juga tidak tau alamat rumah kontrakan tersebut sebetulnya ikut kelurahan yang mana,.. ikut RT yang mana,.. nomor rumah juga si Pak Haji asal taruh aja buat sederet rumah kontrakan miliknya.. Memang bisa di maklumi,. dengan letak di tengah-tengah banyak gang tikus yang rumit, tidaklah mudah untuk menentukan sebuah alamat rumah ^o^

Maka kami membangun mimpi yang baru: Pengen punya alamat surat yang jelas, pengen punya alamat sesuai KTP dan tidak usah pindah-pindah rumah lagi..

Jadi saya cari info sana sini di mana rumah yang murah dan bagus.. lalu berapa Uang Muka yang di perlukan. Setelah ketemu info-nya, maka kami berusaha keras menabung untuk bisa mengumpulkan Uang Muka tersebut. Caranya? Tentu dengan pengiritan di segala bidang.. termasuk makan. Cerita tak terlupakan dalam perjalanan menabung tersebut adalah bagaimana seminggu sekali saya masak sayur sop sepanci,.. lalu di kemas dalam plastik2 kecil yg tahan panas.. nah setiap hari saya bawa bekal makan siang nasi dan satu plastik kecil sop. Dan setiap malam kami makan sop yang di panaskan di panci. Cara panasinnya juga gampang.. lempar aja sop dalam plastik tersebut di panci berisi air mendidih.. maka rasanya tidak akan berubah.. tetap enak, kok.. he.. he..
Dengan demikian kami bisa menabung lebih intensif.. ^o^

Maka akhirnya Uang Muka rumah terkumpul.. dan singkat cerita kami dapat kredit rumah di Citra Indah, Jonggol.. Lokasi-nya kira-kira 60 km dari kantor tempat saya bekerja.. Puji Tuhan.. akhirnya kami punya alamat tetap dan sesuai KTP, tidak usah pindah-pindah lagi.. biarpun harus mencicil 10 tahun.. Puji Tuhan.. padang gurun yang ini lewat sudah.. Haleluyahh !!

Apakah sudah tidak ada Padang Gurun lagi?? Ooo... tunggu dulu.. masih ada Padang Gurun ke empat.. ini terjadi dalam masa perjuangan mencicil rumah.. he he..
Dengan adanya kewajiban tetap bayar cicilan rumah.. tentu saya harus sungguh-sungguh dalam bekerja.. Sebab suami saya kan penghasilannya tidak tetap..
Ketika kami mulai tinggal di rumah baru,.. yang jauh dari kantor tempat saya bekerja.. dan harus kami tempuh dengan naik motor bebek yang sudah mulai tua..
Mulai-lah padang gurun yang baru.. cape-nya.. panas-nya.. hujan-nya.. rewel-nya si bebek tua.. hiks.. Berangkat pagi-pagi..pulang malam-malam.. Kurang tidur.. kurang istirahat.. Tiap pagi, kami, saya dan suami.. saling menyemangati "hayo tetap semangatt sayang !!" Ya.. biarpun badan ini rasanya sudah nggak mau nurut lagi di ajak kerja.. tapi ya.. musti tetep kerja-lah yauww.. bayar cicilan rumahh.. hayo sumangaattt.. !!

Bagaimanapun,.. apapun yang terjadi,.. kami tetap bersyukur karena Tuhan sudah memungkinkan kami untuk mencicil rumah ini.
Lalu, seperti ada angin segar datang di padang tandus.. Ada tawaran pekerjaan untuk saya,.. membantu saudara dari teman baik saya.. Jam masuk kantor-nya lebih siang.. dan jaraknya agak lebih dekat dengan rumah saya.. Ya.. walaupun hari Sabtu masuk,.. tapi kata suami saya.. nggak pa pa lahh.. kan masuknya lebih siang.. Lagi pula ini kan untuk membantu teman..

Tak di sangka tak di duga.. ternyata ini-lah padang gurun yang paling berat dan menguji iman. Di kantor baru ini berbagai peristiwa terjadi benar-benar menguji iman percaya saya pada kedaulatan Tuhan dalam hidup saya. Salah satu hal di antara -nya adalah ternyata saya harus lembur bahkan pada hari Minggu dan hari libur..
Atau kalo tidak lembur dikantor.. saya harus bawa pulang Laptop kantor dan berbagai file untuk di kerjakan di hari libur. Lho kok??
Jadi ternyata lebih capee di tempat baru ya Tuhan.. Capee lahir batin..

Tapi biar apapun yang terjadi, saya tetap percaya.. bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan.. Biarpun "kelihatannya" tidak enak, bikin hati dan pikiran saya bertanya-tanya pada Tuhan.. penuh tanda tanya..

Dan akhirnya.. setelah lima bulan.. tibalah saat "kelulusan" saya dari padang gurun yang dahsyat ini.. he.. he.. Luar biasa ajaib Tuhan,.. DIA lunasi cicilan rumah saya,.. jadi saya bisa keluar dari kantor ini.. Puji Tuhann... Tuhan benar-benar tahu betul seberapa batas kekuatan kita!! Tuhan ijinkan saya berhenti kerja dengan tugas tambahan yaitu tetap "mendampingi" teman-teman di persekutuan doa kantor. Jadi tiap hari Jum'at sebisa mungkin saya tetap ikut ibadah.

Oya.. masih ingat si "bebek tua" yang saya ceritakan sebelum ini? Tuhan menggantikan-nya dengan bebek yang baru,.. jadi tiap jum'at saya bisa naik bebek sendiri ke tempat ibadah ;p
Haleluyahh !!

Lalu.. apakah Padang Gurun saya sudah berakhir..?? Ternyata, Tuhan tidak kehabisan "stock" padang gurun.. he.. he.. Begitu sayangnya DIA pada saya.. jadi tiap habis lewat satu padang gurun.. dengan tidak menunda-nunda DIA bawa saya ke Padang Gurun yang lain lagi.. ini yang paling up date.. dan ini-lah yang membuat saya menulis tentang padang gurun..

Padang Gurun apa itu?? Padang Gurun ke lima.. yang saat ini sedang saya alami,..
adalah sebuah ujian.. sampai seberapa dalamnya sih saya mau "mempercayakan diri"
pada pemeliharaan dan perlindungan Tuhan..???????

Puji Tuhan.. Rupanya bukan kebetulan Tuhan pimpin saya untuk menulis tentang Padang Gurun ini. Sebab selama saya menyelesaikan tulisan ini.. sedikit demi sedikit saya di bimbing untuk kembali mengingat betapa dahsyat kasih karunia dan kemurahanNYA dalam hidup saya selama ini..
Iman saya mulai di segarkan lagi.. percaya saya pada pemeliharaanNYA mulai di kuatkan lagi..
Dan saya bertekad, bersama-mu Tuhan,.. aku juga pasti akan bisa melalui padang gurun yang ini.. !! BersamaMU, aku akan masuk ke "tanah perjanjian" yang KAU janjikan!!

Haleluyahh !!!