Rabu, 27 Januari 2010

BUAT APA SIH KITA HIDUP ???


Masa kecil saya tidak termasuk ideal. Latar belakang kerohanian keluarga saya
campur aduk. Karena kondisi ekonomi yang serba terbatas, maka orang tua saya
menganut paham seperti ini: "biarkan anak-anak memilih sendiri agama mereka, pada
waktu mereka sudah cukup dewasa untuk memilih nanti-nya". Dengan kata lain, boro
-boro ngurusin urusan rohani anak, buat bertahan hidup saja sudah cukup repot.

Berdasarkan situasi dan kondisi keluarga yang seperti ini, harap maklum-lah kalo, bisa di bilang, bahwa saya tumbuh sendiri. Yang penting orang tua sudah bertanggung jawab akan kelangsungan hidup saya, memberi saya makan, menyekolahkan saya..

Saya harus bersyukur untuk perjuangan orang tua saya ini.
Untuk urusan mental spritual, ya saya mesti tau diri-lah.. cari sendiri aja.

Sejak kecil.. hari demi hari saya jalani dengan berusaha untuk men"cerna"..
apa sih sebenarnya yang terjadi dalam hidup saya ini?

Sejauh yang saya ingat, perjuangan orang tua saya untuk menghidupi
keluarga kami sangatlah berat. waktu usia SMP, saya pertanyakan:
Untuk apa Tuhan bikin saya di lahirkan di keluarga ini, kalo keberadaan
saya cuma jadi beban saja buat orang tua saya. Bahkan saya berpikir untuk semua manusia di dunia ini. Untuk apa manusia itu hidup, untuk apa hidup hanya untuk jadi susah. Bayi di lahirkan, harus di hidupi, lalu di sekolahkan, lalu harus bekerja, lalu harus menikah, lalu harus punya bayi lagi.. bayi-nya ini lalu harus melalui siklus hidup yang sama dengan orang tua-nya.. begitu seterusnya. Jadi, saya mempertanyakan, buat apa sih orang harus punya anak, nanti
kan kasihan kan anaknya itu menjalani hidup dengan susah payah.

Di tengah berkecamuk-nya pikiran saya yang "ajaib" itu,
yang membuat saya tidak ingin hidup lagi,..
puji Tuhan, saya menemukan satu ayat firman Tuhan yang membuat
saya tau, buat apa saya hidup:

Roma 14:8 Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan,
dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan.
Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.

Sejak itu, saya tidak mempertanyakan, buat apa saya hidup.
Sebab bukankah baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan
dan karena itu kita hidup untuk Tuhan?

Seperti apa sih hidup buat Tuhan itu? Saya juga nggak tau persis.
Setahu saya hidup buat Tuhan itu ya mestinya hidup yang baik.
Maka saya berusaha hidup sebaik-baiknya.
Nah, seperti apa hidup yang sebaik-baiknya itu? Ini dia jawaban Tuhan:

Kolose 3:23 Apa pun juga yang kamu perbuat,
perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan
dan bukan untuk manusia.

Kalo saya sudah hidup untuk Tuhan dan mengerjakan
segala sesuatu untuk Tuhan, lalu, kenapa hidup saya
"tak seindah dongeng anak-anak" ? Sekali lagi Tuhan berikan
jawaban buat saya, melalui firmanNYA :

Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja
dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi
mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang
terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Jadi kesimpulannya:
1. Tidak masalah, baik saya hidup ataupun mati,
sebab hidup atau mati saya adalah buat Tuhan.
2. Lalu, tidak masalah, apapun yang saya kerjakan
dalam hidup ini, selama itu semua saya kerjakan
yang terbaik buat Tuhan.
3. Dan, tidak masalah apapun yang terjadi dalam hidup saya
(baik itu kejadian baik atau buruk, enak atau nggak enak kelihatannya),
sebab saya tau, bahwa dalam hal apapun yang terjadi,
Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan
kebaikan bagi mereka yang mengasihi DIA..

Semoga secuil kisah ini bisa berguna, buat mereka yang pernah
mengalami hal-hal yang "mirip" dengan yang saya alami.. ;p

God bless u all ^o^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar